Taman

Taman Konservasi Gunung Leuser Yang Mempesona

Taman Konservasi Gunung Leuser Yang Mempesona – Negara Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah. Keanekaragaman hayati Indonesia tidak diragukan lagi. Untuk melindungi keanekaragaman hayati ini dari kepunahan, pemerintah menetapkan kawasan tertentu sebagai cagar alam yang disebut taman nasional.

Taman Konservasi Gunung Leuser Yang Mempesona

vcpark – Taman nasional diberi nomor menurut undang-undang. 5 Mei 1990 adalah cagar alam dengan ekosistem primitif, dikelola dengan sistem zonasi untuk tujuan penelitian, sains, pendidikan, pertanian, pariwisata dan rekreasi.

Dilansir dari tementravel, Indonesia adalah negara kepulauan dan negara yang kaya akan sumber daya alam. Taman nasional adalah salah satu sumber daya alam Indonesia. Indonesia memiliki beberapa sumber daya alam yang telah dijadikan taman nasional.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 angka 14 tanggal 5 Mei 1990 tentang perlindungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya: “Taman nasional adalah cagar alam dengan ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, digunakan untuk penelitian, keilmuan, pertanian, Pendidikan, pariwisata dan juga penunjang pariwisata Rekreasi. ”Salah satu perkebunan nasional Indonesia adalah Taman Nasional Gunung Leuser.

Cagar alam sendiri merupakan kawasan dengan karakteristik tertentu di darat dan perairan yang berfungsi sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan, perlindungan keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan, serta pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara berkelanjutan.

Selama ini taman nasional yang dimiliki Indonesia berjumlah 50 buah yang tersebar di seluruh Indonesia. Taman-taman ini merupakan benteng terakhir keanekaragaman hayati Indonesia dan harus dijaga dengan baik.

Taman Nasional Gunung Leuser atau biasa disingkat TNGL merupakan salah satu cagar alam Indonesia seluas 1.094.692 hektar yang secara administratif berada di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara.

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan taman nasional yang merepresentasikan tipe ekosistem hutan pantai dan hutan hujan tropis dari dataran rendah sampai pegunungan. Taman Nasional Guna Rece memiliki luas kurang lebih 1.094.692 hektar dan secara administratif berada di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara.

Provinsi Aceh yang ditetapkan oleh TNGL meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Singil, Aceh Selatan, Gaya Luz, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang dan juga wilayah lainnya, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang ditetapkan oleh TNGL meliputi wilayah Carlo, Daly, dan Lancaster.

Baca juga : Rahasia Tersembunyi Van Cortlandt Park yang Belum Banyak Diketahui

Nama Taman Nasional ini diambil dari Gunung Leuser yang berada di ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini mencakup ekosistem asli dari pantai hingga pegunungan, yang ditutupi dengan hutan lebat yang diwakili oleh hutan hujan tropis, dan dikelola melalui sistem zonasi untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pertanian, pendidikan, pariwisata, dan rekreasi.

Provinsi Aceh dikenal dengan potensi alamnya yang luar biasa, Provinsi yang terletak di ujung Pulau Sumatera ini memiliki beragam tempat wisata alam, serta ragam flora dan fauna yang hidup di dalamnya.

Bahkan beberapa dari tempat wisata alam ini sudah terkenal dari seluruh penjuru dunia, tentunya yang paling terkenal adalah Taman Nasional Gulong Lease. Taman Nasional Gunung Leuser ini merupakan kawasan yang sangat luas dengan banyak fungsi salah satunya sebagai cagar alam di Indonesia.

Selain itu, kawasan wisata ini juga dihuni oleh sebagian besar tumbuhan dan satwa langka, sehingga menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan aktor terkenal Hollywood Leonardo Di Caprio (Leonardo DI Caprio) mengagumi taman nasional ini dan mengunjungi kota tersebut pada tahun 2016.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Gurung-Less, terdapat beberapa jalur alternatif. Biasanya wisatawan memulai petualangannya dari Bukit Lawang, dan Bukit Lawang merupakan salah satu pintu masuk ke taman nasional ini.

Bukit Lawang terletak di Sumatera Utara, dan pengunjung setidaknya harus berjarak sekitar 75 kilometer dari Medan. Wisatawan dapat menggunakan berbagai moda transportasi, seperti bus atau jasa perjalanan. Selain Bukit Lawang, pengunjung juga bisa mengambil jalur Ketambe yang tidak jauh dari Aceh Tenggara di ibu kota Kutaken (Kutacene).

Taman Nasional Gunung Leuser memiliki nuansa petualang yang sangat menantang dan ekstrim, sehingga tempat wisata ini sangat cocok untuk para pecinta alam. Pengunjung akan menemukan kondisi medan yang sangat beragam, topografi, iklim, serta flora dan fauna di dalamnya.

Sejarah Taman Nasional Leuser

Keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser dan ahli geologi Belanda yang bernama F.C. Van Hearn. Sekitar tahun 1920, Van Heurn telah diperintahkan oleh Belanda guna meneliti dan juga mengeksplorasi sumber daya alam yang berupa minyak dan juga mineral yang diperkirakan melimpah di Aceh.

Setelah melakukan penelitian, Van Hearn mengatakan bahwa tidak banyak sumber daya minyak dan mineral yang ditemukan di daerah tersebut. Van Heurn mengatakan, para pemimpin adat setempat berharap agar Belanda peduli dengan pegunungan dan hutan lebat di sekitar Gunung Leuser.

Van Hearn juga mendesak pemerintah Belanda untuk memberikan status kawasan lindung, dan pada Agustus 1928 mengajukan proposal untuk mendirikan cagar alam di Provinsi Siazi dan memberikan perlindungan bagi kawasan seluas 928.000 hektar.

Usulan ini akhirnya terealisasi pada Februari 1934, ditandai dengan pertemuan antara tokoh adat dengan perwakilan pemerintah kolonial Belanda. Pertemuan ini dilaksanakan di Tapaktuan, dan akhirnya menghasilkan deklarasi yang disebut Deklarasi Tapaktuan. Saat itu, Belanda diwakili oleh Gubernur Hindia Belanda di Aceh.

Isi deklarasi tersebut melibatkan pelestarian permanen wilayah Gurung-Less serta aturan dan sanksi yang dijatuhkan kepada siapa saja yang melanggar berupa kurungan atau denda. Deklarasi tersebut juga mencerminkan tekad orang Azerbaijan untuk melindungi alam dan seluruh ekosistem di dalamnya.

Beberapa tahun kemudian, kawasan tersebut terus mengalami perkembangan perpaduan berbagai satwa liar dan cagar alam, sehingga kawasannya semakin luas. Secara hukum formal, keberadaan taman nasional ini pertama kali diumumkan dalam pengumuman Menteri Pertanian pada tanggal 6 Maret 1980.

Dimana diumumkan peresmian lima taman nasional di Indonesia, termasuk Taman Nasional Good Lase. Taman, Taman Nasional Ujung Kulong, Taman Nasional Godpanglango, Taman Nasional Barulan dan Taman Nasional Komodo.

Pesona Dari Taman Nasional Gunung Leuser

Secara total, Taman Nasional Gunung Leuser memiliki luas total 1.094.692 hektar yang terbagi menjadi dua provinsi, Sumatera Utara dan Aceh. Nama taman nasional ini sendiri diambil dari Gunung Leuser yang berdiri megah di ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh.

Di taman nasional ini terdapat berbagai ekosistem mulai dari ekosistem pesisir hingga kawasan pegunungan. Ada juga hutan hujan tropis yang dikelola di bawah sistem zonasi untuk mempromosikan penelitian, sains, pendidikan, perlindungan, dan rekreasi.

Secara garis besar, Taman Nasional Gunurise memiliki tiga fungsi utama yaitu melindungi sistem penyangga kehidupan, melindungi keanekaragaman tumbuhan dan satwa, serta memanfaatkan sumber daya hayati dan alam secara berkelanjutan.

Tak heran jika objek wisata ini menjadi basis bagi sekitar 4 juta orang. Sedikitnya ada 9 wilayah di Aceh dan Sumatera Utara, bergantung pada jumlah air yang digunakan untuk konsumsi, pengairan sawah, menjaga kesuburan tanah, dan mengendalikan banjir.

Taman Nasional Gunung Leuser juga masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO tahun 2004. Setelah prosedur yang cukup ketat, kawasan tersebut disetujui sebagai Taman Nasional Warisan Dunia.

Setelah Taman Nasional Komodo Ujung Kulon atas rekomendasi pemerintah Indonesia, dan Taman Nasional Lorenz menjadi orang pertama yang menerima gelar tersebut. Selain sebagai Situs Warisan Dunia, Taman Nasional Gunurise juga berstatus sebagai cagar biosfer yang diberikan pada tahun 1981.

Objek wisata ini memang sangat luas, bahkan pengunjung bisa menemukan beberapa jenis hutan, cagar alam, dan suaka margasatwa di dalamnya. Perlu diperhatikan bahwa kawasan tersebut memiliki hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan subalpine dan hutan lumut.

Taman Nasional Gunung Leuser sendiri telah memasukkan beberapa suaka margasatwa, seperti Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Langkat, Suaka Margasatwa Kluet, Sekundur dan Kappi. Tak hanya itu, ada juga taman wisata Gurah dan hutan lindung.

Pesona Flora dan Fauna Dari Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser adalah rumah bagi banyak flora dan fauna. Dari spesies endemik Sumatera hingga spesies umum yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, hingga spesies yang tergolong langka dan terancam punah.

Jumlah flora yang teridentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser melebihi 4.000. Flora juga berbeda, dari pohon dengan buah yang bisa dimakan hingga spesies langka. Flora dengan buah yang dapat dimakan meliputi dua rambutan hutan (Nephelium lappaceum), durian hutan (Durio exyleyanus dan Durio zibethinus), duku (Lansium domesticum), jeruk hutan (Citrus macroptera), rampai (Baccaurea montleyana) dan menteng (Baccaurea racemosa).

Selain itu juga terdapat buah-buahan seperti mangga (mangga afrika (mangifera foetida) dan mangga (mangiferaguardrifolia)) geranium (flacourtia rukem), scorpio. Semua spesies ini merupakan sumber plasma nutfah dan memiliki prospek pengembangan jangka panjang.

Flora langka yang tumbuh di taman nasional ini berasal dari kawasan Gunung Leuser, antara lain pohon payung raksasa (Johanesteisjmania altifron), tumbuhan merambat dengan bunga parasit hingga diameter 1,5 meter (Rhizanthes zippelnii), dan Rafflesia atjehensis. Anda juga dapat menemukan sepatu anggrek (Paphiopedilum liemianum) dan tiga tas harta karun (Nepenthes sp.).

Taman Nasional Gunung Leuser adalah rumah bagi spesies yang paling terancam punah. Kawasan ini mencatat berbagai habitat ikan, mamalia, reptil, burung, invertebrata, dan amfibi. Taman nasional ini juga menampung 380 spesies burung, 350 spesies di antaranya tinggal secara permanen di kawasan tersebut.

Setidaknya 36 dari lebih 50 spesies burung endemik Sandaran telah tercatat di sini. Sumatera tidak hanya memiliki burung, tetapi juga 129 spesies mamalia, 65% diantaranya terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser.

Disini pengunjung juga bisa menemukan satwa seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Siamese, Owa, Cody, Badak Sumatera, Orangutan, Burung Enggang, Kambing Hutan dan Hewan lainnya. Beberapa dari hewan tersebut termasuk dalam hewan yang dilindungi.

Selain menjadi tempat tinggal sebagian besar satwa di Sumatera, Taman Nasional Gunung Leuser juga menyimpan berbagai tumbuhan yang terbagi menjadi beberapa kawasan yaitu zona transisi, zona tropis, zona pegunungan dan zona sub-lumba-lumba.

Hampir seluruh bagian taman nasional ini ditempati oleh hutan.Hutan tersebut menyimpan tanaman langka khas pegunungan Leuser, seperti Tanah Anggrek, Semar Pouch, tanaman ara, tanaman pencekikan, tanaman daun payung besar, bahkan wisatawan bisa menemukan bunga rafia. Bunga terbesar di dunia.

Fasilitas Taman Nasional Gunung Leuser sangat lengkap. Ada beberapa hotel, villa dan hotel yang bisa disewa bagi wisatawan yang ingin bermalam. Sebagian besar hotel ini terletak di dekat Bukit Lawang, yang merupakan salah satu pintu masuk ke taman nasional.

Di Bukit Lawang terdapat beberapa fasilitas umum seperti area parkir yang luas, WC umum, mushola dan mushola yang bisa digunakan wisatawan untuk beribadah. Pengunjung juga bisa menemukan beberapa warung di Bukit Lawang untuk mencicipi aneka makanan khas Aceh.

Kunjungan ke Taman Nasional Gunung Leuser memang bisa memberikan pengalaman yang mengasyikkan. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan di tempat wisata tersebut.

Taman Nasional Gunung Leuser menawarkan beragam tumbuhan untuk Anda kagumi. Suasana taman nasional ini juga sangat alami dan terjaga dengan baik. Berbagai jenis hewan dan tumbuhan langka bisa Anda temukan di sini, seperti anggrek, rafia, dan kantong semar.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan berbagai spesies yang terancam punah, seperti gajah sumatera, harimau sumatera, burung enggang, orangutan. Selama perjalanan, Anda juga bisa belajar tentang kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Tidak hanya itu, Anda tetap bisa melakukan perjalanan petualangan di banyak tempat di daerah tersebut.

Jika Anda merupakan pecinta alam, Anda juga bisa mendaki Gunung Lesser yang berada lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut bersama teman-teman. Saat mendaki, disarankan menggunakan pemandu dari warga sekitar. Pasalnya, medan Taman Nasional Gunung Leuser sangat ekstrim dan sangat berbahaya.

Dalam pendakian ini mungkin membutuhkan waktu setidaknya 14 hari, jadi sebelum merencanakan pendakian harap persiapkan ketahanan dan kondisi fisik anda. Desa Angasan biasanya menjadi titik tolak pendakian gunung.

Bawa perlengkapan yang cukup daripada barang yang terlalu banyak, karena akan menyulitkan anda untuk mendaki. Anda akan direpotkan oleh hijaunya hutan belantara dan pemandangan Sungai Arras yang megah, dengan kondisi alam yang masih asri.

Baca juga : Liburan Ke Museum Hermitage Terbaik di Rusia

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi beberapa tempat, seperti gua kelelawar, perkebunan karet, persawahan, dan beberapa proyek sosial di dekat Taman Nasional Gurung Lase, seperti sekolah gratis, pendidikan bahasa Inggris gratis, klinik gratis, dll.

Desa Ketambe merupakan salah satu desa wisata yang patut dikunjungi saat berwisata di Taman Nasional Gunung Leuser. Di sini Anda bisa melakukan berbagai aktivitas seperti jalan-jalan keliling desa atau memompa adrenalin di Sungai Arras yang aliran airnya sangat deras.

Anda bisa menyewa ban bekas di sepanjang sungai, atau melakukan arung jeram di sungai. Sungai Alas memang merupakan bagian dari Taman Nasional Gulong Lesser, sungai ini juga merupakan sungai terpanjang di Aceh dan tersebar di sekitar kawasan Gunung Lesser.

Kegiatan ini sangat cocok untuk orang yang menyukai wisata khusus.Jangan lupa untuk membawa kamera saat berwisata ke Taman Nasional Gunurise. Tentunya Anda tidak ingin melewatkan sebuah pemandangan yang indah serta satwa dan tumbuhan langka yang ada di dalamnya.

Berbagai objek menarik bisa Anda bidik di sini, seperti di puncak Gunung Leuser atau memotret bunga Raflesia, sehingga bisa berburu foto di tempat ini.

Selain itu, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas di Taman Nasional Gunung Leuser, seperti berdoa, keluar, mendayung kano, menggali dan menaiki kanopi mobil. Bagi wisatawan yang menyukai alam, objek wisata ini seolah menjadi paket wisata yang lengkap.